Sudah
sangat lazim bagi umat Islam pad umumnya bahwa kalau seseorang mati
karena membela agama atau mati dalam pertempuran melawan musuh Islam,
maka itu termasuk mati syahid yang dijamin surga. Namun ternyata yang
dikatakan mati syahid tidak hanya itu saja tetapi termasuk orang yang
mati karena mempertahankan hartanya dari tangan perampok juga termasuk
orang yang mati syahid. Hal itu telah dikatakan oleh Rasulullah
sebagaimana hadits berikut, Dari ‘Abdullah bin ‘Amr RA, ia berkata :
Saya mendengar Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang terbunuh karena
membela hartanya, maka dia mati syahid”. [HR. Bukhari juz 3, hal. 108]
Senin, 06 Oktober 2014
Hidup Di Tengah Era Globalisasi PORNOGRAFI
Segala puji bagi
Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah
Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu
setia mengikuti peyunjuknya.
Jaman Globalisasi, jaman yang menyadarkan manusia bahwa bumi benar-benar sesuatu yang sangat kecil dibandingkan alam raya. Namun ditengah-tengah nikmat Allah yang demikian besar semakin banyak manusia yang makin tidak sadar apa dan kenapa mereka hidup di dunia dan apa sebenarnya mereka dihidupkan dan untuk tugas apa mereka itu ada dan hidup.
.
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu di kembalikan. (QS. 2:28)
Jaman Globalisasi, jaman yang menyadarkan manusia bahwa bumi benar-benar sesuatu yang sangat kecil dibandingkan alam raya. Namun ditengah-tengah nikmat Allah yang demikian besar semakin banyak manusia yang makin tidak sadar apa dan kenapa mereka hidup di dunia dan apa sebenarnya mereka dihidupkan dan untuk tugas apa mereka itu ada dan hidup.
.
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu di kembalikan. (QS. 2:28)
Kemulyaan yang tinggi adalah taqwa
Apakah
yang dimaksud dengan kemulyaan yang tinggi itu sama dengan derajat
yang tinggi ? Allah menegaskan di dalam Al-qur’an bahwa “Sesungguhnya orang yang paling mulya di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa”
[QS.Al-hujurat:13]. Sedangkan kita tahu bahwa petunjuk atau jalanya
untuk menjadi orang yang bertaqwa itu adalah dengan Al-qur’an
sebagaimana Allah katakan ,“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [QS.Al-baqarah:2].
Karena itu untuk
mendapatkan kemulyaan yang tinggi di sisi Allah tidak lain adalah
dengan AL-qur’an, sedangkan Allah akan meninggikan derajat bagi orang
yang mengikuti ayat-ayatNya. Namun kebanyakan manusia malah lebih
mengutamakan hawa nafsunya yang rendah, dan bagi mereka diumpamakan
seperti anjing yang selalu menjulurkan lidahnya. Dan kalau Kami
menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat
itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya
yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya
diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan
lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang
mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka)
kisah-kisah itu agar mereka berfikir. [QS.Al-A'raaf : 176]
Langganan:
Postingan (Atom)