Cinta hakiki
Fahri
! Jahat !"caci maki Nuraini terdengar parau. Menahan tangis yang sudah
menyesak di tenggorokan. Tangis kecewa akan keegoisan Fahri. Cowok
jangkung itu hanya tertunduk didepanya. tak sepatah katapun keluar dari
bibirnya.entah sedang mengakui atau sedang menertawai kebodohan Nuraini
yang terlalu percaya pada Fahri.
Entahlah! Nuraini tak mengerti. Dengan membawa kekecewaan dia langsung lari meniggalkan cowok itu dalam kekeluan.
Ada
yang membelit perih di sanubarinya. Kristal bening di mata jatuh
berhamburan seiring perasaan hati yang serasa hancur lebur
berkeping-keping.
Dua
kali! Dua kali! Fahri menyakitinya. seharusnya ia dulu tak menerima
Fahri ketika ia tahu Fahri berbuat begitu. Mungkin ia tak akan menderita
lebih parah dari kemarin.
Kini
ia merasa benar kalah. Dipecundangi dengan sukses oleh Fahri. Ia
menjadi mainan bagi cowok itu. Ya….Allah….kenapa Fahri tega melakukan
itu semua ? Apa salah terbesarnya pada Fahri hingga Fahri
mempermalukannya ? Fahri telah mempermalukannya serendah itu ????
Nuraini
terus memacu larinya dengan membawa kekecewaan yang makin cepat menusuk
dada. Ia tak berfikir membawa kekecewaan kemana dan pada siapa. Nuraini
hanya ingin menyibakkan kekecewaan di hatinya.
Cinta hakiki
Fahri
! Jahat !"caci maki Nuraini terdengar parau. Menahan tangis yang sudah
menyesak di tenggorokan. Tangis kecewa akan keegoisan Fahri. Cowok
jangkung itu hanya tertunduk didepanya. tak sepatah katapun keluar dari
bibirnya.entah sedang mengakui atau sedang menertawai kebodohan Nuraini
yang terlalu percaya pada Fahri.
Entahlah! Nuraini tak mengerti. Dengan membawa kekecewaan dia langsung lari meniggalkan cowok itu dalam kekeluan.
Ada
yang membelit perih di sanubarinya. Kristal bening di mata jatuh
berhamburan seiring perasaan hati yang serasa hancur lebur
berkeping-keping.
Dua
kali! Dua kali! Fahri menyakitinya. seharusnya ia dulu tak menerima
Fahri ketika ia tahu Fahri berbuat begitu. Mungkin ia tak akan menderita
lebih parah dari kemarin.
Kini
ia merasa benar kalah. Dipecundangi dengan sukses oleh Fahri. Ia
menjadi mainan bagi cowok itu. Ya….Allah….kenapa Fahri tega melakukan
itu semua ? Apa salah terbesarnya pada Fahri hingga Fahri
mempermalukannya ? Fahri telah mempermalukannya serendah itu ????
Nuraini
terus memacu larinya dengan membawa kekecewaan yang makin cepat menusuk
dada. Ia tak berfikir membawa kekecewaan kemana dan pada siapa. Nuraini
hanya ingin menyibakkan kekecewaan di hatinya.
Dalam
kesunyian malam Nuraini melihat pada kilas balik pertemuanya dengan
Fahri. Secara tak sengaja ia kenal Fahri. Saat itu hatinya sedang luka,
kecewa dan frustasi. Lalu entah kenapa pertemuan itu menuntunya pada
sebuah kebersamaan yang tak mengenal basa-basi. Cepat sekali mereka
menjadi akrab dan cepat sekali dengan cinta yang kilat yang bersemi.
Pada hal sebelumnya Nuraini selalu susah untuk jatuh cinta.
Mungkin
karena ia terlalu kecewa pada kenyataan lain tentang seorang cowok yang
katanya menyayanginya, memberi berjuta impian manis padanya ,
memantapkan keyakinanya dalam kasihnya yang lembut dan putih. Membuat
Nuraini merasa bahagia. Semejak itu Nuraini kagum pada cowok itu.
Diam-diam
Dewi mendekati Nuraini yang tengah terdiam di kamar kosnya."Hey Nur
kenapa kau kelihatan lemas dan lesu begitu ? ada masalah ? Tanya Dewi
sambil duduk di samping Nuraini. Nuraini hanya menjawab dengan anggukan
saja.
Ampun
Nur, masalahnya itu apa ? Si Fahri nyakitin kamu lagi ? Tanya dewi, dan
di jawab dengan suara yang parau dari Nuraini, Kenapa gak kamu putusin
dia aja, nggak kapok ya kamu?
Dia yang selalu memulai!!! Selalu ngerjain aku melulu, dan nyuekin aku, aku seperti mainan buatnya Jawab Nuraini berapi-api.
Ya kenapa gak lu putusin aja si Fahri itu? Aneh lu Nur cowok seperti itu masih lu pertahanin Jawab dewi dengan santainya.
Maunya
sih gitu, tapi dia tak mau ku putusin?? jawab gadis banjar
tersebut(Nuraini) . Halah Nur guuitu aja kok dibikin ruwet,
putusin-putusin aja nanti kamu akan lebih santai setelah mutusin Si
Fahri itu, seperti aku ini hidupku lebih santai dari pada kamu,aku
memilih gak punya pacar karena punya pacar itu membuat fikiranku kacau,
ruwet, posing serta di agama islam pun pacaran itu dilarang karena
mendekati zina. Jadi lebih baik kamu jangan pacaran lagi. Jawab si Dewi
yang sambil ngupas kacang
Pada
malam harinya Nuraini gak bisa tidur karena perkataan Dewi tadi. Muncul
pertanyaan dalam hatinya"kenapa gak dicoba aja aku tidak pacaran lagi
,mungkin dengan cara itu hati dan fikiranku lebih tenang dan santai"
Esoknya
sekitar jam 6 pagi waktu itu langit agak mendung karena tadi malam
habis hujan Nuraini berangkat sekolah bersama Dewi dengan sepeda
anginya, dengan perlahan Dewi mengayuh sepeda anginya supaya tidak
terkena air, setibanya di sekolah Dewi memarkirkan sepedanya, setelah
memarkirkan sepedanya Dewi melihat Fahri di depan kantor guru, Dewi pun
memberitau Nuraini" Heh, Nur, lihattu si Fahri depan Kantor guru". Halah
biarin aja jawab Nuraini, dan tiba-tiba Fahripun melihat Nuraini dan
menghapirinya, perasaan Nuraini pun bimbang campur marah, Fahri pun
mendekat dan bertanya" Nur aku minta maaf atas perbuatanku kemarin, aku
qilaf, aku gak sadar, aku tak bermaksud mempermainkamu dihadapan
rekan-rekan, aku hanya bercanda."hah hanya bercanda,mempermalukanku
dihadapan teman-teman hanya bercanda, gak kusangka Ri, kau yang dulunya
bersumpah padaku tuk setia bersamaku ternyata kau menkianati aku, mulai
saat ini hubungan kita sampai disini saja."jawab Nuraini yang sambil
berlari menahan tangis, Dewi pun mengejar Nuraini kekelas dan manasehati
Nuraini."sudahlah Nur gak usah kau fikirkan lagi si Fahri itu sekarang
kamu sudah terbebas dari dosa,jawab dewi. Kring…… bel masuk pun
berbunyi. Rinjani pun yang duduk dibelakang nuraini menghampiri dan
menasehati Nuraini" Sudahlah Nur hentikan tangisanmu itu, tu pak guru
sebentar lagi masuk".
Rinjani
adalah teman Nuraini semenjak dia masuk SMA, dia adalah teman yang baik
dan selalu juara di kelasnya, Rinjani ,Dewi Dan Nuraini adalah anak
yang pandai dikelasnya, mereka bertiga selalu mendapat peringkat setiap
Mid Semester maupun Tes Semesteran, memang mereka bertiga sering
dijuluki Golden Of Student dikelasnya karena prestasinya yang memuaskan.
Dari pintu pak Mahmud yang berperawakan gagah berkumis tebal dan guru
yang mangajar pelajaran biologi dan fisika tu datang yang menandakan
bahwa pelajaran akan dimulai,waktu begitu cepat 4 jam pelajaran pun
sudah terlewati saat jam istirahat Dewi Dan Rinjani mengajak Nuraini
Pergi ke masjid untuk sholat dhuha, awalnya nuarini mengelak untuk
sholat dhuha atas dorongan dari kedua temanya akhirnya nuriani pun
akhirnya mau setelah tiba di tempat wudlu, Nuraini bertanya kepada Dewi "
eh Dewi Kok hatiku setelah tiba disini kok terasa tenteram dan damai
serasa ada yang melindunguku, Halah cepat ambil air wudlu sana nanti
keburu bel masuk lho, Jawab Dewi sambil melepas sepatunya. "Ok Bro"
jawab si nuraini gadis yang suka main gitar ini, setelah berwudlu
Rinjani,Dewi,dan Nurai pun memeakai mukena dan melaksanakan sholat
setelah mereka sholat Nuraini pun mengutaraka perasaan kepada Dewi dan
Rinjani "Njani, Dewi kenapa setelah kita sholat hatiku terasa lebih
tenang dari pada sebelumnya ya??? "Alhamdulillah akhirnya kamu telah
mendapat hidayah dari Allah" jawab Dewi dengan tersenyum, Rinajni pun
juga ikut tersenyum karena Nuraini anak yang kalau diajak berbuat baik
seperti halnya sholat, pasti tak mau tapi saat ini seperti tak nyata
gampang banget membujuk gadis itu untuk berbuat baik.
Setelah
mereka memakai sepatu, tiga serangkai ini berjalan menuju perpustakaan
disana mereka meminjam buku" eh Nur pinjam buku apa ni ? Tanya Dewi yang
juga mencari buku."eem cari buku perl of china, kata teman-teman sih tu
buku bagus"jawab Nuraini yang sambil memilah buku.
Setelah
selesai memimjam buku Nuraini,Dewi dan Rinjani pun bergegas menuju
kelas. Hamper Setibanya di pintu kelas nuraini melihat Fahri yang
menunggu sejak tadi, wajah Nuraini pun mulai terlihat marah dan tak
menunggu lama si Fahri menghampiri Nuraini.Dan spontan Fahri berkata
kepada Nuraini"Nur maafkan aku atas pebuatanku kemarin yang telah
menyakiti hatimu",Gak punya perassan ya loe, dah ngatain ortu gue
sebagai Anggota DPR yang Korupsi,Memang persetan kamu Ri, memang ayahku
berkerja jadi Anggota DPR tapi gek pernah ngelakuin perbuatan yang kau
bayangkan itu" Jawab Nuraini yang marah membara."Aku qilaf Nur aku tak
bermaksud merendahkan keluargamu aku hanya bercanda dengan
teman-teman"Jawab Fahri,"Hah…..hanya bercanda???? Tu yang namanya
bercanda ya ?bercanda sambil menghina orang lain itu bercanda?,loe tau
gak karena guyonanmu itu aku dikatain Anak dari Koruptor oleh
Teman-teman,coba loe banyangkan pabila loe jadi gue, apakah loe gak
sedih difitnah seperti itu?Coba bayangin Ri"Jawab Nuraini yang menahan
tangis,"Tapi aku bisa jelasin lagi Nur"Jawab Fahri,"halah aku gak butuh
lagi penjelasanmu,mulai sekarang hubungan kita cukup sampai disini"jawab
Nuraini yang menahan tangis sambil berjalan meninggalkan Fahri.
Kristal
bening itu pun akhirnya jatuh dan membasahi pipi Nurmala, tak tega
melihat Nuraini menangis Rinjani dan Dewi pun menghampiri."sudahlah nur,
jangn menangis lagi ntar manisnya hilang lho, kata dewi yang mencoba
menghibur Nuraini. Hari demi hari sudah terlewati nuraini pun mencoba
melupakan Fahri, dan dia sekarang aktif lagi di kegiatan kerohania,Dewi
dan Rinjani pun juga ikut bahagia melihat Nuraini Yang sekarang, lebih
muslimah amanah. Suatu hari menjelang puasa ramadhan dia tak sengaja
berpapasan dengan Fahri, si fahri pun mengucapkan salam kepada
nuraini"assalamualaikum" tapi dengan perasaan yang tenang nuraini
menjawab "wa alaikumus salam" dengan kepala tertunduk, tiba-tiba fahri
menyapa nuraini,"sendirian mbak????" sambil mengajak